Try it first, and let God show you the way.


(Versi Bahasa Indonesia di bawah)
------------------------------------------

In 2016, my new friend offered me something.

 

    "Nabilah, do you want to help me to become the committee in the design department?" For the sake of nothing, I accepted that offer. Instead, I was really afraid that I can't fulfill their expectation. Seriously? You offer a person who has nothing to do with Photoshop or design things that role? That was my first time opening Photoshop in my life. Thought everything in this whole world can be learned. It just about how we prioritized it. Then, I challenged myself. Grab that opportunity and learn about Photoshop from zero and living life for Photoshop (Until now).

    Wow, it's not that easy peasy lemon squeezy. Get lost and feel empty. Tired because no one cares how we work on the poster. Slow laptops, laptop memory starts full, time, deadlines, revisions, revisions, revisions. Less study time, exam getting worst, unstable GPA. Thinking about this makes me tired and exhausted. Then I stopped (but not quit) and looked for reasons why I start all of this. I once read in one of the Islamic family magazines (Alfalah), Abu al-Fadl an-Naisaburi in Majma'al Amsal quoting Muhammad bin al-Baqir's words when advising his son named Ja'far: "O my son, Allah keeps these three things a secret: First, Allah hides His pleasure in a good way. So don't you underestimate the slightest kindness, it could be those small things, Allah will lower His love. Second, Allah hides His wrath when you commit all kinds of disobedience. So do not underestimate any sin or immorality, it could be that a small sin becomes a source of calamity that brings His wrath. Third, do not underestimate anyone, and any kind of creature, because he could be nobler before Him."

    Maybe God gives pleasure or guidance through your friends. That tiny mini little opportunity can be goodwill from Allah. Indeed your time will be wasted, but be thankful, your time is wasted on something useful. It is as simple as making a poster about an event, then people who see the poster come to the event and feel grateful for the knowledge that has been gained, that was a very pleasant thing for me. Those kinds of knowledge or memories or great experience that living in their life starts when they looking at our posters (unless he's amnesia, LOL).

    Like I said in my previous post (title: the very first thing), My intention should be to develop yourself and your surroundings. When I come back to this intention, suddenly everything calms down. That's all that has happened is worship, a charity that I can do because I can't do that by giving money. I am a person who tries to see everything that comes to me, no matter how bad is it, or how good is it, in a positive way. My family has taught me to not see things by its cover, try to look deeper. Why was it happen? Why did it happen to you? Why God believe that you deserved this? What is the thing behind? How did you suppose to react? Answer those questions before if you have a bad day. Pray to God, remember why you exist in this world (because God has reasons why He let us exist in His incredible creature, earth).


All of those words are my monologue to myself but thank you for all of you who read this. Really happy to hear your comment and mail.

One last sentence from me to all of you who read this, 

Try it first, and let God show you the way.

-Nabilah Kusuma Wardhani

---

(Versi Bahasa Indonesia)

Pada 2016, teman baruku menawari ku sesuatu.

    "Nabilah, kamu mau bantu jadi panitia di bagian desain?". Nekat banget, aku menerima tawaran itu. Sebaliknya, aku sangat takut kalo misal aku gak bisa memenuhi ekspektasi mereka. Seriously? Anda menawarkan hal tersebut kepada orang yang sama sekali tidak pernah membuka Photoshop atau aplikasi edit lainnya? Itu adalah pertama kalinya aku membuka Photoshop dalam hidupku. Kupikir segala sesuatu di seluruh dunia ini bisa dipelajari. Ini hanya tentang bagaimana kita memprioritaskannya. Yaudah, aku menantang diriku dan mengambil kesempatan ini buat belajar. Tidak disangka, aku tidak bisa lepas dari Photoshop hingga sekarang.  

    Wow, tetapi oh tetapi, ini semua tidak semudah membalikkan koin. Pernah tersesat dan merasa hampa. Lelah karena tidak ada yang peduli bagaimana seorang graphic designer mengerjakan poster. Laptop lemot, memori laptop yang mulai penuh, membuang waktu, deadline, revisi, revisi, revisi. Waktu belajar lebih sedikit, ketika teman-teman kamu fokus belajar, kamu sibuk dengan revisi dan deadline edit poster, IPK naik turun. Hah, memikirkan hal ini membuatku lelah, lelah dan lelah. Kemudian aku berhenti (tetapi tidak keluar atau kabur ya) dan mencari alasan mengapa aku memulai semua ini. Aku pernah membaca di salah satu majalah keluarga Islam (Alfalah), Abu al-Fadl an-Naisaburi di Majma'al Amsal mengutip perkataan Muhammad bin al-Baqir saat menasihati putranya yang bernama Ja'far:  “Wahai anakku, sesungguhnya Allah merahasiakan tiga hal ini: Pertama, Allah menyembunyikan keridha-an-Nya dalam sebuah kebaikan. Maka jangan kamu remehkan sekecil apapun kebaikan, bisa saja hal-hal kecil itu, Allah akan menurunkan kasih akung-Nya. Kedua, Allah menyembunyikan murka-Nya bila kamu melakukan segala macam kemaksiatan, maka jangan kau anggap remeh sekecil apapun dosa atau kemaksiatan itu, bisa saja dosa kecil menjadi sumber malapetaka yang mendatangkan kemurkaan-Nya. Ketiga, jangan meremehkan siapapun, dan jenis makhluk apapun, karena bisa saja ia lebih mulia di hadapan-Nya.” 

    Mungkin Tuhan memberikan ridha atau hidayah lewat teman kita itu. That tiny mini little opportunity bisa jadi kehendak baik dari Tuhan. Memang waktumu akan terbuang, tetapi bersyukurlah, waktumu terbuang untuk sesuatu yang bermanfaat. Sesederhana membuat poster tentang sebuah acara, kemudian orang yang melihat poster itu datang ke acara tersebut dan merasa bersyukur atas ilmu yang di dapat, itu sudah hal yang luar biasa menyenangkan bagiku. Pengetahuan atau kenangan atau pengalaman hebat yang hidup dalam hidup mereka dimulai ketika mereka melihat poster kita (kecuali dia amnesia, amit-amit). 

    Seperti yang aku katakan di posting aku sebelumnya (judul: the very first thing), niatnya harus bener. Kalo aku baru sadar, niatku harusnya untuk mengembangkan diriku dan orang disekitarku. Ketika aku kembali ke niat ini, tiba-tiba semuanya menjadi menenangkan. Itung-itung semua yang telah terjadi, yang telah kamu lakukan adalah ibadah, amal yang bisa aku lakukan karena belum bisa beramal menggunakan uang. Aku adalah orang yang mencoba melihat segala sesuatu yang datang pada diri aku, tidak peduli seberapa buruknya, atau seberapa baik itu, dengan cara yang positif. Keluarga aku telah mengajari aku untuk tidak melihat sesuatu dari keliatannya aja, cobalah untuk melihat lebih dalam. Mengapa ini terjadi? Mengapa itu terjadi pada aku? Mengapa Tuhan percaya bahwa aku pantas menerima ini? Ada apa di balik semua ini? Bagaimana aku harusnya berekasi? Abis jawab semua perkataan ini, biasanya aku lebih legawa menerima hal buruk yang datang ke aku. Lalu berdoa kepada Tuhan, ingatlah mengapa Anda lahir di dunia ini (karena Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa alasan. Tuhan punya alasan mengapa Dia mengizinkan kita lahir di bumi ini).

 

Btw, semua kata-kata itu adalah monolog. Tetapi terima kasih untuk semua yang membaca ini. Sangat senang mendengar komentar dan e-mail Anda.

Satu kalimat terakhir dari aku untuk temen-temen semua yang membaca ini,

Setiap orang punya garis start yang berbeda-beda. Tidak ada yang lebih awal atau lebih akhir. Coba aja dulu, dan biarkan Tuhan menunjukkan jalannya.

 

-Nabilah Kusuma Wardhani

Photo by Jukan Tateisi on Unsplash


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.