Perkuliahan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB

 



Tulisan kali ini terinspirasi dari beberapa pertanyaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi UB yang masuk ke sosial media aku, salah satunya Instagram. Jadi..


Perkuliahan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya itu menggunakan sistem blok, bukan sistem SKS seperti di fakultas lain di Universitas Brawijaya.


Sistem blok ini menurutku punya banyak kelebihan. Selain sudah dipaketkan oleh Fakultas, sehingga mahasiswa tidak perlu bingung dan bimbang mengambil mata kuliah apa saja, sistem blok mengajarkan kita untuk lebih mengingat pelajaran. Mengapa? Karena kita tidak akan bisa belajar dengan sistem kebut semalam, namun harus dari jauh-jauh hari agar semua nilai yang kita peroleh maksimal dan kita menjadi lebih paham.


Mungkin, ada beberapa orang yang tetap belajar dengan sistem kebut semalam dan berhasil, setiap orang berbeda. 


Ketika mendapat jadwal kuliah untuk Blok 1 di semester 1, sudah pasti mata kuliah umum yang di dapat. Aku tidak akan membahas tentang ini. Ketika mendapat jadwal kuliah untuk Blok 2 di semester 1 (Jadi 1 semester ada 2 blok), ketika aku masuk tahun 2016, namanya Blok Ilmu Kedokteran Dasar, akan ada:

  1. Problem-Based Learning
  2. Case-Based Learning
  3. Skill’s Lab
  4. Praktikum
  5. Kuliah Umum

 

Problem Based Learning

Pada Problem Based Learning (PBL) cara kerjanya adalah

1. Pertemuan pertama bernama DK 1 (Diskusi Kelompok 1)

  • Satu angkatan dibagi menjadi 12 kelompok, 1 kelompok berisi 9-10 orang.
  • Setiap kelompok masuk ke kelas masing-masing dan ada 1 fasilitator (Dosen)
  • Fasilitator membagikan scenario (masalah) untuk dibahas bersama oleh kelompok
  • Akan dipilih ketua dan sekretaris untuk memandu jalannya diskusi
  • Bila ingin berpendapat, silahkan mengangkat tangan.
  • Fasilitator hanya mengawasi dan tidak akan menjelaskan apapun, beliau akan menilai keaktifan setiap individu di kelompok tersebut.
  • Diskusi dimulai dengan berdoa, membaca scenario, menulis kata sulit, keywords, listing the question, brainstorming, hipotesis, dan berakhir dengan munculnya learning issues.
  • Learning issues tersebut berupa poin-poin yang nantinya akan kalian uraikan di diskusi kelompok 2. Uraian tersebut ditulis di buku yang biasa disebut Log Book

2. Pertemuan kedua bernama DK 2 (Diksusi Kelompok 2)

  • Fasilitator dan anggota kelompok yang sama melanjutkan diskusi, membahas uraian learning issues. Idealnya, pada pertemuan ini mahasiswa tidak membaca Log Book alih-alih langsung berpendapat menunjukkan bahwa sudah memahami dan menguasai materi. Namun ada beberapa fasilitator yang mengizinkan mahasiswanya untuk membuka Log Book.
  • Ohiya, di awal DK 2 biasanya ada pretest untuk menguji kemampuan mahasiswa dan membuktikan bahwa mahasiswa itu siap untuk melakukan diskusi.
  • Aturan pretest dan post-test terus berubah-ubah. Pada tahun pertama aku kuliah ada pretest dan post-test. Mahasiswa yang nilai pretest kurang dari 60 tidak diizinkan mengikuti diskusi. Pada tahun berikutnya, hanya ada pretest saja, dan berapapun nilainya, mahasiswa tetap diizinkan mengikuti diskusi. Kalau kalian bagaimana? Jangan lupa sharing yaa, biar sama-sama tahu perkembangannya
  • Pada DK 2 ini, sekretaris juga wajib mengumpulkan laporan diskusi kelompok. Untuk pembagian mengerjakan laporannya itu terserah kelompok, biasanya di angkatan-ku membagi rata learning issues sehingga semua anggota kelompok berpartisipasi dalam pembuatan laporan 



Case Based Learning

Jika pada PBL membahas suatu masalah, kalau di CBS atau Case Based Learning, yang didiskusikan adalah kasus yang terkait dengan blok tersebut. Tidak perlu menulis log book disini, namun mempresentasikan kasus tersebut di kelas besar (satu angkatan) dan membuat laporan.


Ada 2 pertemuan, pertemuan pertama sama seperti DK1, namun boleh membawa buku atau referensi penunjang lainnya. Ohiya di DK1, kami tidak diperbolehkan membuka handphone atau apapun. Hanya boleh membuka kamus kedokteran gigi atau kamus kedokteran. Sehingga, lebih baik bila otak kita dipersiapkan sebelum diskusi kelompok.


Pada pertemuan kedua, tidak lagi berdiskusi perkelompok, namun 1 angkatan. Kelompok terpilih akan mempresentasikan hasil diskusinya dan dibahas bersama satu kelas besar.

 


Skill’s Lab dan Praktikum

Skill’s Lab

Praktikum

Mahasiswa menggunakan keterampilan tangannya secara langsung

Mahasiswa melakukan pengamatan

Semua ilmu yang berhubungan dengan kedokteran gigi pasti ada skill’s lab-nya

Biasanya praktikum di FKG UB itu Anatomi, Histologi, atau hal-hal yang kita tidak perlu tahu mendalam karena itu bukan bidang kita, tetapi nice to know

Skill’s lab membutuhkan alat dan bahan yang biasanya kita membeli sendiri, bila fakultas memiliki keterbatasan dalam menyediakan alat dan bahan tersebut. Atau ketika Fakultas hanya memberi jatah 1, namun kita tidak yakin dengan kemampuan kita, misal bila ada gagal atau hal yang tidak diinginkan, lebih baik membeli bahan/alat tersebut sebagai cadangan.

 

Fyi, alat dan bahan di FKG cukup membutuhkan kocek yang lumayan, namun bila diusahakan pasti bisa. Dan semuanya baik disini, kalo misal belum mampu beli, bisa pinjem kakak tingkat, bila alatnya tidak sedang dipakai, bahkan bisa juga mencicil pembayaran alat (DP sih biasanya)

Praktikum tidak membuat kami membeli apapun. Semua sudah disediakan dan biasanya ada handout atau buku praktikum yang harus dikerjakan.



Di skill’s lab dan praktikum prinsipnya sama, kita harus belajar dulu, biar kita cepet ngerjain praktikum atau skill’s lab-nya, tidak bertanya ke teman di kanan dan di kiri. Belajarlah guys, karena itu demi kebaikan kalian sendiri.

 


Kuliah Umum

Ini yang paling biasa. Kayak kelas di SMA pada umumnya, Saran dari aku, dengerin aja apa kata dosennya, gausah sibuk mencatat apa yang ada di power point atau tayangan lainnya. Catat yang tidak ada di power point. Atau bila hanya ingin fokus mendengarkan, di rekam aja kuliah dosennya, nanti di rumah/ di kos di dengerin lagi. In lumayan banget membantu ketika udah deket ujian Blok.


----

Ohiya kalau ujiannya itu namanya Ujian Blok. Biasanya langsung 6-9 SKS satu kali ujian. Isinya multiple choice. Sekitar 150 soal. Nah, bisa kebayang kan kayak gimana kalo misal belajarnya SKS? Kalau pengalamanku belajar SKS untuk ujian Praktikum anatomi sih gagal wkwk. Jadinya malah pusing paginya. Karena tidur terlalu pagi dan enggak bisa fokus.


Ada lagi ujian Skill’s Lab atau praktikum. Kalau ujian praktikum itu kadang ada, kadang engga ada, tergantung kebijakan dosennya. Kalau skill’s lab, yang diujiankan adalah apa yang kamu kerjakan selama Skill’s lab sehari-hari. 1 topik atau 2 topik yang diujikan biasanya. Kebijakan tiap blok pun berbeda-beda. Disinilah pentingnya mengerjakan apapun selama skill’s lab sesuai dengan kemampuan kamu dan secara maksimal, sehingga ketika ujian datang, tidak perlu takut atau nervous secara berlebihan, kan sudah pernah mengerjakan sebelumnya.


Semua ada remidinya, dan bila tidak lulus ketika remidi ada namanya semester pendek. Namun diusakan lulus di awal ya teman-teman, gausahlah pake remidi atau semester pendek.


Aku rasa sekian penjelasan tentang perkuliahan di FKG UB. Buat teman-teman yang udah masuk di FKG UB aku ucapkan selamat, karena buat dapetin kursi di FKG UB juga susah dan perjuangannya lumayan. Semangat sampe jadi dokter gigi!

 


Buat teman-teman yang masih mau masuk ke FKG, ini hanya gambaran, semoga teman-teman tidak menjadi takut alih-alih lebih tertarik untuk masuk menjadi mahasiswa kedokteran gigi. Semangat!


Bila ada yang ingin dibahas lebih lanjut atau apapun itu, just reply on the comment section below or email me at nabilahkw@gmail.com. Thanks!


Find out more about "Perkuliahan di FKG" di highlight instagram story aku @nabilahkusuma :D


By the way, ini hanya opini aku ketika menjadi mahasiswa di FKG UB tahun 2016-2019. Untuk lebih pastinya, pasti informasi dari akademik FKG UB atau dari dosen masing-masih. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.